thetranquilizer's posts with tag: old stuffs

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag old stuffs
Blog EntrySeperti Jun 26, '06 3:49 AM
for everyone

percakapan dua orang tentang penggambaran sesuatu..

SiPenanya: Seperti apa rasanya cinta yang kemarin kau rasakan?
Si penjawab: Seperti Tuhan dari segala waktuku
Aku tidak ingat apa - apa selain cinta
Aku tidak ingat kalau di dunia lain ada orang lain selain aku dan dia.
Aku tidak bisa lepas dari setiap gerakan memory indah dalam otak dan hatiku..

Si Penanya: Wow ...berapa lama kau rasakan itu?
Si Penjawab:Hmm cukup lama...

Si Penanya: Sampai sekarang?
Si Penjawab:Tidak, rasa itu berganti.
Dengan rasa benci...

Si Penanya: Seperti apa benci yang sekarang kau rasakan?
Si Penjawab:Seperti cinta yang kemarin aku rasakan.....
Seperti Tuhan dari segala waktuku
Aku tidak ingat apa - apa selain rasa ini
Aku tidak ingat kalau di dunia lain ada orang lain selain aku dan rasa ini...
.


Si Penanya: Wow...berapa lama kau rasakan perasaan benci ini?
Si Penjawab:
Hmm aku rasa tdak akan kurang atau lebih dari saat aku mencintainya....


Blog EntrySebuah kerinduan pada immortalJun 26, '06 3:05 AM
for everyone

kisah seorang sahabat yang telah dan selalu ada di relung hidupku...

Sahabatku sedang jatuh cinta

sahabatku sejak kuliah sedang jatuh cinta. Dia bertemu perempuan berkulit putih ini di antara sekat - sekat yang memisahkan komputer satu dengan yang lainnya. Matanya yang tajam sering mengunjungi sahabatku di setiap waktu yang dihabiskannya si cantik di biliknya.

"Ah wanita cantik biasanya otaknya kosong" pikir sahabatku. Sebuah ruang di luar kemayaan, menghampirilah si cantik. Memberikan senyuman dingin penuh misterius di balik kibasan rambutnya yang panjang dan hitam. Sahabatku merasa tergugah untuk membuka otak si cantik. Sepatah kata pengantar telah membawa mereka pada diskusi serius seputar eksistensi dan esensi. Bagi sahabatku topik ini begitu dalamnya sehingga, rasanya logikanya hampir tak percaya bahwa mahluk cantik ini punya kemampuan berselancar di ruang penuh esensi nir nisbi...

Tertegun sesaat, sahabatku menguasai diri. Ditawarkannya dirinya untuk hadir di setiap ruang sepi di tengah hiruk pikuk metropolitan. Si cantik mengangguk. Beberapa hari terlewatkan. Dua manusia mengalir mengikuti paras waktu yang begitu romantis dan mengiring mereka pada diskusi - diskusi berbobot.

Waktu berlalu cepat. Sahabatku baru menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada si cantik. Bibirnya yang ranum dikecup sahabatku. Si cantik tersenyum. Sahabatku terlempar jauh menembus langit yang menaungi. Ditatapnya kebiruan angkasa, semburat merah jambu berhias di sekitar.

Kembali logika sahabatku bertanya?
Bagaimana mungkin dia menerimaku?

Si cantik ingin waktu untuk lebih mengenal sahabatku..

Kali ini sahabatku seperti merasakan kebahagiaan yang bahkan tidak pernah diyakininya. Seperti sebuah esensi dan eksistensi yang telah membuka jalan mereka untuk bergumul dalam paras waktu yang romantis.

Hmmm, aku tersenyum saat mendengarkan ceritanya...
Apalagi si cantik hampir hampir tak ada kurangnya untuk si sahabat.
kali ini sahabatku berada di koridor yang sama dengan si cantik...
Ia tak harus membunuh perasaannya lagi..

Kali ini Sahabatku membiarkan cintanya pada si cantik tumbuh dengan riang...



dedicated to immortal

Blog Entrypotongan yang tercecerJun 26, '06 2:36 AM
for everyone

hari ini otakku tak ingin kuperas. aku pun berjalan- jalan ke perhentian maya tempat aku biasa menuangkan imajinasi dan membentuk sebuah realita. Dan inilah salah satu potongan yang tercecer dari tulisanku di masa lalu...

Rindu dan benci seperti berkawan kali ini.
Rasanya makin mengikat saja
Apa jadinya?
Entahlah…
Aku seperti tidak bisa bergerak.
Tubuhku dicengkram begitu kuatnya.

Siapakah rindu dan benci ini?
Ternyata rindu dan benci telah menyatu dengan jiwaku
Dan kini, aku melawan diriku sendiri..
Lebih berat daripada membunuh 1000 perompak sekalipun

Mungkin aku harus bersabar
Menunggu rindu dan benci terlelap dalam tidur
Agar aku dengan leluasa memisahkannya
Atau hmm, mungkin akan kucincang keduanya
Hingga menjadi partikel – partikel yang tak mungkin disatukan…

Malam ini akan kupersiapkan
Secangkir air raksa
Panas, Berbuih dan berkemampuan besar untuk merubah bentuk rindu dan benciku..

Kutunggu hingga malam, dini hari, hingga mentari yang sok bertengger di ufuk..
Rindu dan Benci tak jua tidur
Mereka bahkan berbincang – bincang dengan akrabnya
Seakan akan aku tidak pernah ada ..NISBI…

Mataku lelah, kelopak mataku berat rasanya.
Sudah semalaman aku tidak memejamkan mata.
Menunggu saat yang tepat untuk membunuh Rindu dan Benci..
Akhirnya aku tak kuasa
Perlahan namun pasti
Tubuhku melunglai
Mataku terpejam

Sayup – sayup kudengar tawa Rindu dan Benci.
Semakin keras seperti suara palu..
Semakin keras seperti jutaan paku yang jatuh ke lantai..

Diam!!! Pekikku
Diam…Diam..Diam..!!! pekikku dalam hati..
Kini aku tak kuasa lagi bersuara walau hanya berbicara dengan hatiku…

Rindu dan benci menguasaiku..
Biar …biarlah kunikmati..Toh selama ini, aku hidup dan ada karena dua hal ini…


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help