Dering telepon mengajak jiwa untuk terbang sesaat. Tidak mungkin, aku baru saja mendarat. Tidak mungkin terbang dalam waktu singkat. Tapi ajakan ini sangat menggoda. Hmm, berdiskusi dengan pasangan. Terlontar kata setuju. Namun karung keping emas belum terisi penuh, tak mungkin mengguncangnya barang sedikit untuk berangkat ke pulau surga.
Tibalah hari Kamis. Akhirnya aku pun melangkah pergi meninggalkan kota Jakarta. Menaruh satu alasan di meja penjagal. Hari itu waktu berjalan dengan sangat cepat. Baru satu skenario selesai direvisi, datang lagi serbuan diskusi yang sedikit melelahkan. Berkali - kali jam yang melingkar di pergelangan ku tengok. Waktu terus berjalan. Diiringi dengan kepenatan yang semakin menggangu.
Waktu berlari tidak berjalan. Aku duduk dia di sampingku, aku berdiri dia di belakangku. HUH!
Setelah meminta untuk dibawakan beberapa barang. Berangkatlah aku. Melewati beberapa kali turbulens saat dipeluk awan putih dan derasnya hujan, akhirnya aku sampai di pulau surga. Disambut oleh dinginnya malam di pulau surga, aku tiba dini hari .
To be continued...