Siang itu Vie begitu gembira. Dilangkahkannya kedua kakiknya dengan riang. Ia melaju menuju TIM.
Di sudut koridor gelap di sebuah fakultas seni, Abang duduk sambil memetik gitarnya.
"Bang ini Vie bawain mie goreng sama ikan"
"Siapa yang masak?" Tanya Abang
"Yang masak mie ini, Vie, tapi ikannya mama yang masak"
Mereka berdua lalu melahap makanan yang dibawa Vie. Ritual ini sudah mereka lakukan sejak lama. Abang adalah putra daerah yang merantau ke jakarta demi mengejar cita - citanya belajar di sebuah institut kesenian. Sedangkan Vie adalah mahasiswa sastra bahasa asing. Mereka berdua tidak mendapatkan jatah uang jajan yang banyak seperti layaknya mahasiswa lainnya. Jadi, memasakkan makanan untuk Abang adalah salah satu cara untuk berhemat.
Seringkali mereka harus mengubur keinginan mereka untuk menonton karena uang yang dimiliki mereka tidak cukup. Namun cinta mereka seperti tidak mengenal uang. Mereka tetap dapat merajut kasih walau kantong kering.
PILIH ES KRIM ATAU NAIK BUS?
"Udah jam 8 bang, kita pulang yuk" ajak Vie.
Jari - jari Abang masih bermain di atas tuts - tuts piano, ketika Vie mengajaknya pulang.
"Sebentar lagi Vie, besok abang ujian piano.Jadi malam ini harus sudah mantap" Ujar Abang.
Vie mengangguk mengiyakan. Sementara Abang berlatih bermain piano, Vie melanjutkan membaca buku.
"Ayo, kita jalan..." Ajak Abang.
Rupanya latihannya sudah selesai. Mereka lalu menyusuri tangga kampus dan mengarah ke depan gedung TIM untuk menunggu bus yang akan membawa mereka ke Megaria. Selanjutnya seperti biasa mereka akan bergelayutan dalam penuhnya bis 213 jurusan Kampung Melayu - Grogol.
Saat menunggu bus, Vie melihat selebaran promosi MC Donald. Beli Es krim hanya dengan harga 500 rupiah. Vie yang sedari tadi menahan haus, lalu meminta pada Abang:
"Bang, beli es krim yukk"
"Bentar yah, kita hitung duit dulu"
Abang lalu mengeluarkan sisa - sisa lembar uang dan beberapa recehan.
"Seribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu...lima ribu. Yah uang kita cuma lima ribu. Buat naik bis ke megaria, berdua udah 1000, trus naik 213 seribu, naik M 11 seribu. trus pulang ke kos abang 1000. Gak usah beli es krim dulu yah.."
"Yaaah abang" Vie cemberut menanggapi Abang.
Abang selalu berusaha untuk menyenangkan Vie dalam keadaan sesusah apapun dan kali ini dia akan mencari akal untuk menyenangkan Vie.
"Kalau mau es krim, kita harus jalan dari TIM ke Megaria. Jadi uang seribu ini bisa buat beli es krim untuk berdua. Setuju?"
"Asyik, setuju" pekik Vie girang.
Merekapun berjalan sambil bergandengan menuju MC Donald yang berada di seberang stasiun cikini. Sesekali Abang mencium kepala Vie, Vie pun tersenyum. Mereka akhirnya membeli es krim.
"Bang, kapan ya kita gak kere kayak gini lagi? "Vie kan pengen pacaran kayak teman - teman Vie. bisa nonton di bioskop,pengen jalan - jalan ke mal beli - beli barang kayak teman - teman Vie" Tanya Vie memecah keheningan.
Dengan santai Abang menjawab
"Vie, gimana kalau Abang nanya balik ke Vie. Vie, ketika kita, Vie atau abang sudah bisa punya uang untuk nonton di bioskop, ketika Vie bisa membeli barang - barang seperti teman - teman Vie, apakah Vie akan bahagia?"
"Gak tahu" jawab Vie.
"Mungkin sekarang kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi ketika kita akhirnya bisa beli es krim dengan uang pas - pasan yang tersisa dan kita bisa tersenyum. Kenapa kita harus menyiksa diri kita dengan membayangkan hal yang tidak bisa kita dapatkan sekarang..." ujar Abang sambil tetap menikmati es krim.
"maksudnya?" tanya Vie bingung.
"Vie nikmati dan syukuri apa yang kita dapatkan hari ini..." "Bagi abang, Es krim ini memang hanya 500, tapi dengan 500 ini abang bisa melupakan lapar Abang dan kesusahan abang lainnya bersama dengan orang yang paling abang sayangi..."
Vie menatap Abang dalam - dalam. Ia terharu.
Kini sudah hampir 8 tahun mereka bersama. Hari ini adalah hari pernikahan Vie dan Abang. Sudah empat tahun mereka mengarungi bahtera pernikahan. Satu manusia telah lahir dari rahim Vie. Kepenatan, rasa bosan yang tiba - tiba menyerang, kemarahan, keegoisan pernah dilewati mereka berdua. Namun demi janji mereka pada yang Esa, demi saat - saat susah yang telah mereka lewati dahulu, demi janji Vie dan Abang pada diri mereka sendiri dan demi satu manusia yang menjadi perekat mereka kini, Mereka berjanji untuk tetap bertahan dalam saat - saat indah atau buruk sekalipun.
Di dalam keheningan Vie, tiba - tiba terdengar sebuah lagu yang turut mengisi hari - hari Vie dan Abang kala merajut cinta dulu.
I bless the day I found you,
I want to stay around you
and so I beg you, let it be me.
Don't take this heaven from one,
if you must cling to someone
now and forever, let it be me.
Each time we meet, love,
I find complete love.
Without your sweet love
what would life be?
So never leave me lonely,
tell me you'll love me only
and that you'll always let it be me.
Dedicated to my beloved destiny..