Blog EntryFor Better or Worse, till death do us apartMar 1, '06 12:02 AM
for everyone

Siang itu Vie begitu gembira. Dilangkahkannya kedua kakiknya dengan riang. Ia melaju menuju TIM.

 

Di sudut koridor gelap di sebuah fakultas seni, Abang duduk sambil memetik gitarnya.

 

"Bang ini Vie bawain mie goreng sama ikan"

"Siapa yang masak?" Tanya Abang

"Yang masak mie ini, Vie,  tapi ikannya mama yang masak"

 

Mereka berdua lalu melahap makanan yang dibawa Vie. Ritual ini sudah mereka lakukan sejak lama. Abang adalah putra daerah yang merantau ke jakarta demi mengejar cita - citanya belajar di sebuah institut kesenian. Sedangkan Vie adalah mahasiswa sastra bahasa asing. Mereka berdua tidak mendapatkan jatah uang jajan yang banyak seperti layaknya mahasiswa lainnya. Jadi, memasakkan makanan untuk Abang adalah salah satu cara untuk berhemat.

 

Seringkali mereka harus mengubur keinginan mereka untuk menonton karena uang yang dimiliki mereka tidak cukup. Namun cinta mereka seperti tidak mengenal uang. Mereka tetap dapat merajut kasih walau kantong kering.

 

PILIH ES KRIM ATAU NAIK BUS?

"Udah jam 8 bang, kita pulang yuk" ajak Vie.

Jari - jari Abang masih bermain di atas tuts - tuts piano, ketika Vie mengajaknya pulang.

"Sebentar lagi Vie, besok abang ujian piano.Jadi malam ini harus sudah mantap" Ujar Abang.

Vie mengangguk mengiyakan. Sementara Abang berlatih bermain piano, Vie melanjutkan membaca buku.

 

"Ayo, kita jalan..." Ajak Abang.

 

Rupanya latihannya sudah selesai. Mereka lalu menyusuri tangga kampus dan mengarah ke depan gedung TIM untuk menunggu bus yang akan membawa mereka ke Megaria. Selanjutnya seperti biasa mereka akan bergelayutan dalam penuhnya bis 213 jurusan Kampung Melayu - Grogol.

 

Saat menunggu bus, Vie melihat selebaran promosi MC Donald. Beli Es krim hanya dengan harga 500 rupiah. Vie yang sedari tadi menahan haus, lalu meminta pada Abang:

"Bang, beli es krim yukk"

 

"Bentar yah, kita hitung duit dulu"

Abang lalu mengeluarkan sisa - sisa lembar uang dan beberapa recehan.

 

"Seribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu...lima ribu. Yah uang kita cuma lima ribu. Buat naik bis ke megaria, berdua udah 1000, trus naik 213 seribu, naik M 11 seribu. trus pulang ke kos abang 1000. Gak usah beli es krim dulu yah.."

 

"Yaaah abang" Vie cemberut menanggapi Abang.

 

Abang selalu berusaha untuk menyenangkan Vie dalam keadaan sesusah apapun dan kali ini dia akan mencari akal untuk menyenangkan Vie.

"Kalau mau es krim, kita harus jalan dari TIM ke Megaria. Jadi uang seribu ini bisa buat beli es krim untuk berdua. Setuju?"

 

"Asyik, setuju" pekik Vie girang.

 

Merekapun berjalan sambil bergandengan menuju MC Donald yang berada di seberang stasiun cikini. Sesekali Abang mencium kepala Vie, Vie pun tersenyum. Mereka akhirnya membeli es krim.

 

"Bang, kapan ya kita gak kere kayak gini lagi? "Vie kan pengen pacaran kayak teman - teman Vie. bisa nonton di bioskop,pengen jalan - jalan ke mal beli - beli barang kayak teman - teman Vie" Tanya Vie memecah keheningan.

 

Dengan santai Abang menjawab

 

 "Vie, gimana kalau Abang nanya balik ke Vie. Vie, ketika kita, Vie atau abang sudah bisa punya uang untuk nonton di bioskop, ketika Vie bisa membeli barang - barang seperti teman - teman Vie, apakah Vie akan bahagia?"

 

"Gak tahu" jawab Vie.

 

"Mungkin sekarang kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi ketika kita akhirnya bisa beli es krim dengan uang pas - pasan yang tersisa dan kita bisa tersenyum. Kenapa kita harus menyiksa diri kita dengan membayangkan hal yang tidak bisa kita dapatkan sekarang..." ujar Abang sambil tetap menikmati es krim.

 

"maksudnya?" tanya Vie bingung.

 

"Vie nikmati dan syukuri apa yang kita dapatkan hari ini..." "Bagi abang, Es krim ini memang hanya 500, tapi dengan 500 ini abang bisa melupakan lapar Abang dan kesusahan abang lainnya bersama dengan orang yang paling abang sayangi..."

 

Vie menatap Abang dalam - dalam. Ia terharu.

 

Kini sudah hampir 8 tahun mereka bersama. Hari ini adalah hari pernikahan Vie dan Abang. Sudah empat tahun mereka mengarungi bahtera pernikahan. Satu manusia telah lahir dari rahim Vie. Kepenatan, rasa bosan yang tiba - tiba menyerang, kemarahan, keegoisan pernah dilewati mereka berdua. Namun demi janji mereka pada yang Esa, demi saat - saat susah yang telah mereka lewati dahulu, demi janji Vie dan Abang pada diri mereka sendiri dan demi satu manusia yang menjadi perekat mereka kini, Mereka berjanji untuk tetap bertahan dalam saat - saat indah atau buruk sekalipun.

 

Di dalam keheningan Vie, tiba - tiba terdengar sebuah lagu yang turut mengisi hari - hari Vie dan Abang kala merajut cinta dulu.

 

I bless the day I found you,
I want to stay around you
and so I beg you, let it be me.

Don't take this heaven from one,
if you must cling to someone
now and forever, let it be me.

Each time we meet, love,
I find complete love.
Without your sweet love
what would life be?

So never leave me lonely,
tell me you'll love me only
and that you'll always let it be me.

 

Dedicated to my beloved destiny..

 

 


12 Comments
chrysalic wrote on Mar 1, '06
huhuhu mengharukan...
gue suka banget lagu itu, adakah mp3nya?
thetranquilizer wrote on Mar 1, '06
huhuhu mengharukan...
gue suka banget lagu itu, adakah mp3nya?
Ada sih kaset tapi...itu juga punya emak gue....hihihih....minta sama abangnya mickey tuh..si mark..hihih dese pasti punya...
erikar wrote on Mar 1, '06
Hehe, buntut-buntutnya cerai gak?

Sorry kalo apatis, habis lingkungan sekitar begitu semua sih. Kurang lebih 7 dari 10 dari perkawinan yang modalnya cuma cinta sama nekat doang, berakhir di surat cerai, hiks.
thetranquilizer wrote on Mar 1, '06
erikar said
Hehe, buntut-buntutnya cerai gak?

Sorry kalo apatis, habis lingkungan sekitar begitu semua sih. Kurang lebih 7 dari 10 dari perkawinan yang modalnya cuma cinta sama nekat doang, berakhir di surat cerai, hiks.
Hari ini mereka merayakan perkawinan mereka yang ke 4. Mereka hampir bercerai di awal - awal pernikahan, karena keegoisan mereka yang kadang mengikis cinta mereka.
Sebenarnya di setiap perkawinan kemungkinan bercerai itu besar sekali, besar banget mengingat setiap orang tidak ada yang sama dalam memandang semua hal
Tapi kalau memang sudah niat untuk bertahan dalam suka maupun duka, ya harus ditabah - tabahin. Kan pernikahan itu harus diusahakan, jadi bukan berarti udah nikah trus gak ada yang mau berubah ke arah yang lebih baik. Tapi ya itu kadang kita suka lupa sama janji kita sendiri pada Tuhan....(Sah elaaaaaaaaa sok banget ya gueeeeeeeeee) hehehehhehe...

Udah menikah mas?
erikar wrote on Mar 1, '06
Udah.. udah, fortunately atau unfortunately hehe

Sebulan lagi juga 4 tahun. Up and down, ketawa - nangis, seneng - senep, kepala jadi kaki - kaki jadi kepala dan semuanya udah dialami tuh. Tapi pada prinsipnya saya dan pasangan sangat liberal pada satu sama lain, mungkin karena mudanya udah puas badung hehe jadi pas menikah santai-santai aja.

Saya jujur aja temen ceweknya buaanyaak banget (dari mulai anak ABG sampai sahabatan sama tante-tante cantik yang sayang sama gue setengah mati, kayak ke anaknya sendiri), dia juga temen cowoknya banyaaak.

Dan dari sisi finansial, my money is my money, hers is hers. Paling kita cuma punya joint account aja. Hidup serta relationship kami berdua memang antik.

Awalnya banyak yang bilang hubungan ajaib kami ini, diramal setaunan juga bakal rontok (ada yang nebak tiga bulan, hehe). Tapi puji Tuhan tuh, karena keliberalan dan kepercayaan pada satu sama lain.. Jalannya perkawinan kami lurus-lurus aja (yah ada lah belok-beloknya dikit, but namanya juga marriage life, bukan?)

Eh cerita ini tentang kamu dan pasanganmu, bukan?
thetranquilizer wrote on Mar 1, '06
erikar said
Eh cerita ini tentang kamu dan pasanganmu, bukan?
*wink - wink* :)
thetranquilizer wrote on Mar 1, '06
erikar said
Sebulan lagi juga 4 tahun. Up and down, ketawa - nangis, seneng - senep, kepala jadi kaki - kaki jadi kepala dan semuanya udah dialami tuh. Tapi pada prinsipnya saya dan pasangan sangat liberal pada satu sama lain, mungkin karena mudanya udah puas badung hehe jadi pas menikah santai-santai aja.
Udah punya anak?
erikar wrote on Mar 1, '06
Belum, hehe..

Dua taun pertama istri gue nyiapin album solonya jadi ada unwriten agreement, dari major label-nya, untuk tidak hamil dulu. Eh setelah lewat dua taun ini, gantian gue sibuk ngurus pembelian sebuah franchising majalah.

Sekarang semua udah, jadi mau digeber abis dulu deh..
thetranquilizer wrote on Mar 1, '06
erikar said
Belum, hehe..

Dua taun pertama istri gue nyiapin album solonya jadi ada unwriten agreement, dari major label-nya, untuk tidak hamil dulu. Eh setelah lewat dua taun ini, gantian gue sibuk ngurus pembelian sebuah franchising majalah.

Sekarang semua udah, jadi mau digeber abis dulu deh
Anak bisa mengubah banyak hal dalam hidup. Baik yang buruk maupun yang baik. Semua bisa berubah 180 derajat. Tapi itu juga kalau iklas nerima kehadiran anak....:) hihihihihih....Semoga mas cepat dititipkan anak sama yang Esa....amien
erikar wrote on Mar 1, '06
Ikhlas? Ya dong. Eh, Insya Allah ya? Cabut dulu deh. Istri gue udah jemput nih.

imazahra wrote on Mar 7, '06
Mudahan damai, cinta, dan rizki berlimpah untuk Vie dan Abang..., sehingga papanya masa lalu dikenang indah sebagai manisnya perjuangan hidup :-) Amiiiiiiiiiiiiien...
thetranquilizer wrote on Mar 7, '06
Mudahan damai, cinta, dan rizki berlimpah untuk Vie dan Abang..., sehingga papanya masa lalu dikenang indah sebagai manisnya perjuangan hidup :-) Amiiiiiiiiiiiiien...
Terima kasih doanya..akan saya sampaikan segera kepada mereka berdua...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help